sebenarnya mogok makannya adek udah agak hilang sebulan ini. Tapi entah kenapa mulai kumat lagi di beberapa hari ini. Kemarin, seharian dia keukeuh nggak mau makan nasi. Maunya ngemil crackers aja. Lumayan sih, ada keisi. Trus ditambah lagi dengan susu. Tapi siang dan malam nya,saat makan dia benar-benar mogok. Akhirnya didiamin aja dulu. Tapi selang beberapa lama kemudian, ternyata dia buang-buang air yang encerrr banget. Ada tiga kali. Lumrah, begitu pikirku, karena yang masuk ke dalam perutnya kan air (yakni susu), so keluarnya pasti cair juga.
namun demikian, ada kekhawatiran kalau terus2 buang air yang encer begini bisa-bisa dia kurang cairan ya? AKhirnya kupaksakan memberikan dia nasi 4 suap. Lumayan, walaupun lamaaaa nya minta ampun. Berdalih kebanyakanlah di mulut, ga enaklah, kenyang lah. Tapi karena aku keukeuh, akhirnya masuk juga 4 suap nasi ke dalam mulutnya.
hari ini gimana ya? Hm.. moga2 dia mulai demen deh.. secara pusing juga kalau anak nggak mau makan. Takut sakit lah, kurang cairan lah.. kan bisa berabe.. Daya tahan tubuh bisa-bisa drop. Virus merebak lagi isunya di mana-mana. God.. help me please.. !!
Tuesday, May 05, 2009
Adek Klara Mulai Mogok Makan lagi
Tuesday, April 14, 2009
abang dan adek selalu ribut
hm.. apa aku lupa masa kecil ya? Nggak inget kalau dulu aku sering ribut dengan saudara sekandung. Tapi hal tersebut sekarang terjadi kepada abang dan adek. Setiap hari, pasti aja ada ulah mereka yang membuat ku harus turun tangan melerai. Hm.. gini lho, si abang sudah semakin besar, banyak hal yang dia tau, akhirnya membuatnya kadang sok tau. Kesoktauannya itu kadang membuat adek jengah. Dan bila digodain sedikittt aja, pasti adek langsung bereaksi lebih dari aksi yang dilontarkan oleh abang. Ini yang kadang membuatku pusing. Harus extra sabar, sepertinya dalam menghadapi anak2 ini. Well, sebenarnya setiap orangtua selalu dituntut sabar kepada anaknya anytime, any ocassion and anywhere.
Kadang aku menutup telinga, membiarkan hal tersebut terselesaikan dengan sendiri nya oleh mereka berdua, tapi sometimes juga aku harus turun tangan, memberikan some education untuk mereka berdua agar saling menyayangi, saling membagi, saling menghargai. Apa memang kakak beradek akan selalu begitu ya? Ada sedikit persaingan di antara keduanya.
Hm... kalau dipikir-pikir sih kayaknya memang iya, dahulu semasa kecil, kami kakak beradik selalu ingin meminta perhatian dari orangtua. Yang satu diperhatikan, yang lain bikin ulah supaya diperhatikan. Dan hal tersebut ternyata berlanjut hingga kami dewasa bahkan berumahtangga. Mungkin semacam kecemburuan saja kalau yang satu diperhatikan, tetapi diri sendiri tidak , oleh orang tua sendiri. Not a bad jeoulous, but a little bit small copetition lah.. Tapi mama dan papa baek-baek aja tuh sampai sekarang, malah kompetisi di antara kami membuat mereka semakin hapal betul karakter di antara anak-anak nya..
so, the play is starting, it's my turn. And i know it won't hurting and isn't difficult to face it.
love you kids... mmmuachhhh...
Sunday, February 01, 2009
adek Klara tomboooyyyy
yah mungkin imbas dari si abang kali ya.... Gaul sehari-hari sama abang, nggak ada teman main kecil sebayanya yang cewek di dekat rumah, akhirnya si adek Klara prilakunya tomboy aja yang ada. Loncat-loncat seenaknya. Ndeger lagu langsung joget kayak cacing kepanasan. Hehehehehehe... yang terakhir lucu banget, pantatnya dibikin ogel2 gitu kalau joget. Selain itu, kalau ada yang muji abangnya ganteng, si adek minta dipuji juga.. Tapi, dia nggak mau dibilang "cantik", maunya dibilang "ganteng" juga, sama kayak abangnya...
ada-ada aja si adek... ;D
Thursday, January 08, 2009
update tentang abang dan adek
biasanya adek Klara ngomong dirinya sendiri dengan sebutan "adek" atau "adek Klara". Sekarang dia udah demen banget bilang: "gue nggak tau... atau aku minta blablabla....". Hehehehehe... gayanya mo niru anak gede aja... Niru abangnya gitu.
semua mua nggak mau ditolongin, maunya sendiri aja. Sambil berujar "adek aja.." Sambil ngotot nggak keru keruan gitu. Huahahahahahaha...
si abang paska libur natal dan tahun baru yang lumayan panjang (2 minggu) malah jadi mogok sekolah. Males katanya. Makanya akhirnya aku postpone dulu aja sebulan dah. Itung2 masih Nursery ini. Nggak papalah meliburkan diri. Kan intinya biar anak fun. Kalau anak lagi nggak fun, ya dirumahkan dulu aja dah.
Friday, December 12, 2008
ma, abang masih lucu nggak?
entah kenapa.., tapi yang saya tau pastilah karena melihat kebiasaan kami orangtua mengatakan "Adek lucu.. gemes deh mama, atau "ih.. adek lucu, papa gemes deh", membuat abang Tio berujar begini hari ini: "ma, adek Klara lucu ya?" "iya," sahutku. Lalu tambahnya, "Kalau abang Tio, udah nggak lucu lagi ya ma?" "Abang juga lucu... sini mama peluk, hiiii lucunya anak mama yang satu ini". "Kok abang bilang gitu sih?" "Abis, abang kan udah gede, jadinya nggak lucu lagi ma."
"hehehehehe... nggak lah, abang dan adek.. selamanya lucuuuuuuu aja di hati mama, I love you abang Tio"
"I love you too, mom"
Thursday, September 11, 2008
abang Tio udah makin lancar nulisnya
sejak abang Tio masuk Nursery Class sebagai orangtua, aku berharap ada progress yang didapat dari sekolah. Ya, nggak mesti baca tulis sih... Itukan goal nanti setelah dia di Sekolah Dasar. Ngikutin aja programnya Depdiknas, yang tidak mengharuskan anak-anak usia pra sekolah bisa membaca dan menulis. Dengan harapan ada progress di bidang yang mana aja, aku sudah senang. Hanya berharap bahwa abang di Sekolah bukan nya stress malah harus ceria dan menampakkan sisi kekanak-kanakkan nya. Lha wong masih anak-anak toh? Heheheheheeh....
nah, seminggu belakangan ini aku perhatikan gambar abang sudah mulai semakin terstruktur. Gambar nya udah berbentuk, walaupun nggak bagus-bagus amat seh. Tapi untuk ukuran umurnya, 3,5 tahun udah cukup baik. Begitu ujar Suster di TK Asisi saat aku minta pendapat beliau tentang perkembangan abang. Walaupun tidak sekolah di sana, tapi suster di sana mau berbagi ilmu dengan ibu-ibu yang haus ilmu kayak aku... hahahahahahaha... muji diri sendiri deh... :P
pewarnaannya juga sudah bagus... Yang paling aku senang... walaupun sebenarnya nggak menjadi tujuanku Tio bisa membaca atau menulis... tadi siang saat dia mau menggambar, dia menunjukkan kepadaku gambarnya sambil menuliskan namanya... T.I.O... wah takjub aku dan senang rasanya. Di sekolah nya, Indonesia Montessori, memang tidak mengharuskan anak-anaknya bisa membaca dan menulis, tapi diharapkan mereka bisa mandiri dan meniru apa yang dilakukan oleh teachernya. Kognitifnya bisa kuat dan logikanya main. Hm.. thanks bang.. abang ada progress... Mama bangga sama abang. Papa juga... Dia banyak meniru apa yang dilakukan miss di sekolah. Padahal beberapa bulan yang lalu, abang ada problem di kelas paginya. Mukanya cemberut mulu kalau pulang sekolah. Ternyata dia nggak enjoy di kelas pagi yang penuh sesak. Makanya, aku usul ke miss nya untuk menukar kelasnya ke kelas siang, dan ternyata progress langsung terlihat dengan sendirinya.
senang rasanya.. bisa melihat step step perkembangan anakku langsung saat mereka melakukannya. I'm forever grateful to You, God... thanks for all kind You 've given through my children. Thanks, Lord!




